Arsip

Monthly Archives: Oktober 2012

“Bagaimana generalisasi hasil penelitian kalau hanya didasarkan pada satu atau beberapa kasus?”. Mungkin Anda pernah, kalau tidak sering, mendengar ungkapan ini, atau bahkan Anda sendiri mungkin termasuk pelakunya. 🙂 Logika berpikir ini sangat dipengaruhi paradigma positivis dalam penelitian.

Paradigma ini secara epistemologis didasarkan pada prinsip-prinsip ilmu alam di mana hubungan antar variabel dianggap dapat dirumuskan dengan pasti. Penelitian jenis ini juga sering disebut dengan nomotetik (nomotethic) yang tujuannya adalah mencari “hukum” atau “hubungan sebab akibat” yang bisa diaplikasikan secara umum, secara generik. Tradisi keilmuan di Amerika utara, dalam banyak disiplin, cenderung menganut pendekatan ini. Di Indonesia nampaknya pengaruhnya cukup besar. Read More

Iklan

Anda pernah mengirim artikel ke jurnal international? Apakah langsung diterima tanpa revisi? Jika pernah dan langsung diterima, ada dua kemungkinan: tulisan Anda benar-benar sempurna atau kredibilitas jurnal tersebut dipertanyakan. Untuk kasus yang pertama, ketahuilah Anda hanya segelintir dari akademisi yang menikmati kemewahan tersebut. Untuk kasus yang kedua, ada baiknya Anda berpikir ulang untuk mengirimkan artikel ke jurnal tersebut. Seorang kawan bahkan pernah iseng mengirimkan sebuah artikel ke sebuah jurnal internasional yang dia duga “abal-abal”. Pagi hari dia kirim artikel, dan sore hari ada notifikasi diterima tanpa revisi. Ruarrrr biasa!

Dengan mentoleransi praktik tidak etis ini, Anda tidak akan pernah merasakan “greng” ketika artikel yang dibuat dengan kerja keras dan cucuran keringat tersebut akhirnya diterima untuk diterbitkan. Proses ini, jika Anda beruntung, memakan waktu beberapa bulan, tetapi tidak jarang di atas dua tahun, setelah beberapa kali revisi. Bahkan seorang kawan harus menelan pil pahit setelah dua tahun dan melakukan revisi beberapa kali, dan akhirnya artikelnya ditolak. Tetapi, ini adalah bagian dari “permainan”. Ketika kita menyasar jurnal dengan reputasi tinggi, siap-siap “sakitnya” ketika mengalami kejadian seperti ini, atau siap-siap juga untuk “grengnya” ketika diterima. Seorang kawan mengibaratkan seperti habis melahirkan, ketika mengetahui artikel yang ditulisnya diterima di sebuah jurnal dengan reputasi bagus. Read More

Sebagian orang berpendapat, bagian temuan sebaiknya ditulis dalam satu bab/bagian tersendiri, sebagian yang lain menyatakan bagian ini dapat digabung dengan bab/bagian diskusi. Saya termasuk penganut madzhab yang pertama. Sebelum memilih, silakan periksa tradisi yang biasanya dianut dalam disipilin Anda. Salah satunya dengan melakukan pemindaian terhadap artikel yang sudah diterbitkan, terutama dalam outlet yang bereputasi baik.

Dalam bagian ini, temuan dituliskan berdasar hasil analisis data yang telah dilakukan dan tanpa diinterpretasikan. Tuliskan saja dalam bentuk deskriptif. Bagaimana data dianalisis, sila lirik kembali entri sebelumnya di sini.   Read More