Arsip

Monthly Archives: Februari 2012

We try to persuade others by ‘presenting a coherent point of view told with grace, wit, and felicity’” – Van Maanen (1989)

Kerangka artikel tidak berbeda antara satu dengan yang lain. Tetapi setelah kita selesai membaca sebuah artikel kita bisa berkomentar, “Wow, artikel ini enak dibaca?” atau “Wah, artikelnya isinya bagus sih, cuma membosankan.” Apa yang membedakan? Salah satunya, menurut saya, adalah alur cerita atau ‘storyline’ yang disajikan.

Dengan cantik, Van Maanen (1989) menggambarkan proses penulisan artikel seperti kutipan pembuka tulisan. Dalam menulis kita mencoba mempersuasi orang lain dengan menghadirkan alur cerita yang koheren dan ditulis dengan ‘grace’, ‘wit’, dan ‘felicty’. Mari kita buka kamus. Dalam American Oxford Dictionary, ‘grace’ diartika sebagai ‘simple elegance or refinement of movement’, keanggunan yang sederhana atau kehalusan gerakan. ‘Wit’ diartikan sebagai ‘ mental sharpness and inventiveness; keen intelligence’, ketajaman ‘logika’ dan daya cipta; intelegensi yang tajam. ‘Felicity’ diartikan sebagai ‘intense happiness’, kebahagian yang intens. Read More

Iklan

Salah satu cara memberikan kontribusi kepada komunitas akademik, selain melakukan publikasi, adalah dengan menjadi reviewer. Dengan menjadi reviewer, kita akan terbiasa membaca ‘pikiran’ orang dan dapat belajar banyak.

Saya tidak tahu terjemahan yang enak dari kata ini dalam bahasa Indonesia. Kalau saya terjemahkan sebagai ‘pengkaji’ atau ‘peninjau’, kok terdengar aneh, atau paling tidak terasa asing. Kita gunakan istilah aslinya dalam bahasa Inggris: reviewer. Read More

Memilih judul artikel seringkali terlihat sepele namun bisa menentukan, terutama dalam hal kemudahan ditemukan ketika seseorang mencari dengan mesin pencari. Kisah personal berikut akan memberi ilustrasi.

Pada tahun 2007, artikel yang saya presentasikan di sebuah konferensi di Manila, dipilih panitia untuk dimasukkan ke The Electronic Journal of Information Systems in Developing Countries (http://www.ejisdc.org). Saya sendiri menganggap kualitas tulisan saya tersebut biasa. Mungkin panitia memilihnya sebagai wakil dari Indonesia, karena pada konferensi tersebut saya bertemu dengan dua orang Indonesia, tetapi menggunakan lembaga asing dalam artikelnya. Judul yang saya gunakan dalam artikel konferensi tersebut adalah ‘Does Internet adoption between male and female users differ? Empirical evidence from Indonesia‘. Bagi saya, awalnya, judul ini terkesan sangat seksi, meskipun beberapa orang mungkin akan langsung mengkritiknya: judul kok dalam bentuk pertanyaan. Read More

Plans do not always match what happens, so the paper normally evolves during the writing. However, this is not an argument to have no plan.” – Walsham (2006)

Perbanyaklah membaca. Jangan terkungkung dengan tradisi ilmiah dalam disiplinnya sendiri. Mengapa? Karena di luar sana ada tradisi ilmiah lain yang harus diketahui dan dihormati.

Mengapa saya membuka tulisan ini dengan kalimat tersebut? Dalam sebuah workshop penulisan yang pernah saya ikuti, seorang pembicara hanya memberikan satu cara dalam menulis, dan menganggap yang lain salah. Ini sangat berbahaya. Bahkan dalam bidang teknologi informasi saja, beragam tradisi bisa ditemukan. Termasuk dalam menulis artikel. Tradisi di bidang ilmu komputer (computer science) dan sistem informasi berbeda. Atau, bandingkan misalnya, jurnal terbitan, ACM, IEEE, dan AIS. Anda akan temukan tradisi yang berbeda. Bahkan sangat mungkin ACM atau IEEE transaction on A berbeda dengan transaction on B. Read More

A problem is half-solved if properly stated.” – John Dewey

It’s not that I’m so smart, it’s just that I stay with problems longer.” – Albert Einstein

Publikasi yang berkualitas nampaknya tidak mungkin dihasilkan tanpa penelitian yang berkualitas. Bagaimana menilai bahwa penelitian berkualitas? Salah satunya adalah dengan melihat orisinalitasnya. Orisinilitasnya bisa diukur dengan kontribusinya. Ya, kontribusi adalah salah satu indikator kualitas penelitian, tentunya disamping metode penelitian yang tepat. Read More

Every art and every inquiry, and similarly every action and choice, is thought to aim at some good; and for this reason the good has rightly been declared to be that at which all things aim.” – Aristoteles

Mana yang lebih baik untuk publikasi? Apakah artikel jurnal selalu lebih baik dibandingkan dengan artikel konferensi? Jawabannya: tergantung.

Jika kita menggunakan ukuran nilai yang diberikan dalam kenaikan jabatan akademik di Indonesia, artikel jurnal internasional diberi nilai 40 (maksimal), sedang artikel konferensi internasional 15 (maksimal). Namun, kenyataan di lapangan dapat memberikan cerita yang berbeda. Tidak jarang artikel konferensi lebih berkualitas dibandingkan dengan artikel jurnal, karena dalam praktik terdapat konferensi yang dijalankan dengan sangat berkualitas dengan acceptance rate yang sangat ketat (dapat mencapai 20% untuk konferensi yang bergengsi). Artinya, jika ada 100 manuskrip masuk, hanya 20 yang diterima untuk dipresentasikan. Sebaliknya, acceptance rate beberapa jurnal bahkan sangat longgar. Read More

Travel by this road, where you will see clear marks of wheels. To allow earth and heaven to share equally in your warmth, do not go low, nor yet force you way into the upper air: if you drive too high, you will set the dome of heaven on fire, and if you are too low you will scorch the earth. The middle way is safest.” – Ovidius, Metamorphoses, Book II.*

Kabar buruk

Kalau kita cermati, akhir-akhir ini banyak sekali lembaga yang menerbitkan jurnal internasional dengan dalih kebijakan open access dengan motivasi yang sangat materialistik. Proses review yang dijalankan pun nampaknya sulit dipercaya kredibilitasnya. Saya beberapa kali mendapatkan kiriman undangan untuk melakukan review manuskrip yang masuk. Dengan halus permintaan tersebut saya tolak, karena saya mempunyai alasan yang cukup ilmiah, topik tulisan di luar keahlian atau minat saya. Pemilihan reviewer yang terkesan asal dan tidak mempertimbangkan latar belakang akademik, sebenarnya sebuah indikasi bahwa kualitas pengelolaan jurnal patut dicurigai. Read More