Arsip

Monthly Archives: April 2013

Saya ingin mengawali entri ini dengan beberapa fragmen cerita berikut:

Pertama. Seorang kawan yang mengambil program doktoral di salah satu negara Eropa kaget ketika pembimbingnya mengomentari pilihan kata yang digunakannya dalam tesis. Di institusi dia mengambil program master, di negara lain yang berjarak lebih dari separoh jagad dari Eropa, tidak demikian. Pembimbing masternya tidak sampai sedetil itu. Karena pengalaman ini, bahkan kawan tersebut menilai bahwa pembimbing doktoralnya tersebut ‘resek’.

Kedua. Di salah satu universitas di Indonesia, ketika seorang kolega dengan cermat membaca tesis  selama proses bimbingan kadang diterima lain oleh mahasiswa. Banyak mahasiswa tidak mendapatkan perlakukan sama dari pembimbing lainnya. Hal yang mirip saya dapatkan ketika seorang kolega mengomentari tesis salah satu bimbingan saya yang diujinya, “Ini pasti pembimbingnya cerewet soal penulisan”. Kolega saya mendapatkan kualitas penulisan yang lebih baik dibandingkan dengan tesis yang pernah dia uji. Read More

Iklan